Skip to main content

Sebuah jurnal || Belajar menerima keadaan

"Maaf, anda belum beruntung".

Seringkali beberapa orang takut akan kegagalan. Takut menerima kenyataan yang menyakitkan. Padahal sebuah 'jatuh' adalah hal yang tidak bisa di hindari ketika kita mau maju dan menjadi manusia yang lebih baik.

Ini bukan tips. Ini adalah perkataan dari seseorang yang pernah jatuh. berkali-kali pernah patah. Pernah terluka dan kecewa. Bahkan sekarang sedang mencoba bangkit dari rasa sakit. Mencoba menata ulang kembali rangkaian rencana yang menjadi bagian-bagian kecil yang hampir tidak bisa terlihat oleh mata.

Ada yang harus perlu di perhatikan !

"Lihat dirimu. Tataplah cermin. Tunjukan senyum terbaikmu pada dirimu yang terletak di bayangan cermin. Tarik nafas lah dalam-dalam. Lalu hembuskan dengan perlahan. Kemudian ikuti perkataanku".

"Aku pantas untuk bahagia".

Karena yang lebih menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah bertahan pada perasaan yang sudah tidak lagi nyaman.

Belajarlah menerima sesuatu yang datang kepadamu. Maupun sesuatu yang telah pergi. Karena sepintar apapun seseorang adalah ia yang mau belajar menerima 'kenyataan'. Mau belajar dengan 'masa lalu'.

Percaya atau tidak. Dirimu yang sekarang adalah hasil dari Rentetan waktu yang telah  Mengalami fase berduka dan terluka.
.
============
Cukup sekian, lanjut besok ya.
.
.
Salam damai
Salam aksara 😊
.
.
-Rahmad Arisandi

Comments

Popular posts from this blog

Asal usul negeri jambi

Kali ini saya akan share tentang awal mula terbentuknya nama jambi. Baiklah langsung di simak ceritanya..     di suatu kerajaan yang terletak di Pulau Sumatera ada seorang gadis cantik bernama Putri Pinang Masak. Putri itu sangat terkenal bukan hanya karena kecantikan, namun juga karena sifatnya yang lemah-lembut dan baik hati.Putri Pinang memiliki kecantikan yang sangat luar biasa. Kulitnya putih kemerah-merahan seperti namanya, yaitu bagai kulit pinang yang masak. Siapa pun yang melihat kecantikan sang putrid pasti akan terpesona.Semua penduduk negeri itu menyukai Putri Pinang. Para wanita, terutama yang seumur dengannya ingin bersahabat dengannya. Sebaliknya, para pemuda dan pangeran ingin mempersuntingnya.Pada suatu hari datanglah lamaran seorang raja yang kaya raya dan amat luas kekuasaannya. Dia memiliki tambang emas dan perak. Tentu jika lamarannya ditolak, pasti sang raja akan marah dan murka, bahkan mungkin akan timbul pertumpahan darah. Namun, dengan demik...

Daily Journal || Angin, Air, Bumi, Api

Sampai disini. Ada banyak sekali suka dan duka yang telah ku lewati. Sudah banyak sekali rasa yang melanda hati. yang pergi, yang sekadar hadir untuk sementara menemani. Kadang bingung, kadang kecewa, kadang kehilangan arah. Ragu, adalah hal yang paling sering aku rasakan. Luka. Sesekali luka datang untuk membuat perasaan lebam lebih dalam. Hidup di jalan yang penuh rintangan seperti ini memang sangat berbahaya. Tidak ada cara instan untuk menuju kepada ketujuan sebenarnya. Aku haru melewati berbagai pristiwa, juga berbagai rasa. Jalanpun tak selalu semulus. Kadang bahkan harus melewati berbagai jalanan yang memiliki tingkat bahaya level “A”. Ini hidup. Di miliki oleh orang-orang yang mempunya tujuan dan rencana. Silahkan mundur jika tidak kuat. Tapi, jangan pernah menyesal jika kelak kau tak akan menjadi apa-apa. jangan pernah menyesal kalau hidupmu tidak ada kesan-kesannya. Datar, tidak berbobot, dan layu. Orang-orang yang tidak kuat untuk menggapai impian. Orang-orang yang bet...

Daily Journall || Tumbuh Dari Rasa Sakit

Sudah sebatas mana kesabaran membawamu? Sebatas mana luka mempu menembus rasa sabarmu. Dangkal kah? dalam kah? Aku harap hanya goresan saja. Kalau bisa, kamu tetap harus merasa sabar, meski peristiwa itu sebenarnya begitu memiukan. Sakit hati boleh saja, namun jangan sampai berlarut-larut. Jangan sampai peristiwa memilukan itu membuat dirimu terluka dalam. Jangan sampai merajam dan merusak sel-sel kebaikanmu. Aku harap aura positif tetap dalam pikiranmu. Jangan pernah salahkan siapa-siapa prihal luka. Segala apa yang telah di putuskan sebelumnya, pastilah memiliki dampak. Baik buruk maupun baik, pasti aka nada. Jadi, jika dulu apa yang kamu anggap baik, apa yang kamu anggap terbaik. Lalu kini membuatmu sakit, maka salah satu cara agar kamu dapat terhindar dari rasa sakit hati yang dalam, cobalah untuk mengikhlaskan. Cobalah untuk berusaha tegar dan sabar. Rasa sabar akan menguatkanmu lebih dari apapun. Doa, dan panjatan rasa syukur padaNya akan membuatmu lebih lega. Rasa saki...