Skip to main content

Semacam Catatan || Patah Hati Terancana

Setidaknya kau tau rasanya kecewa itu seperti apa. Patah hati ada untuk kita nikmati, bukan untuk di ratapi dengan fase yang berkepanjangan. Tangis yang membilur di kelopak matamu, perih yang menyesak di dadamu, urailah dengan kehangatan senja dan satu buah teh manis hangat. Karena mungkin kopi terlalu pahit untuk di nikmati.

Patah hati adalah resiko jatuh cinta. Dan luka akan ada di setiap denting bahagia. Patah hati dan jatuh cinta adalah dua hal yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan manusia. Selama nafas, selama hati masih mempu berdebar, dan jantung masih berirama, dua hal itu akan tetap terus bergantian memenuhi koridor kehidupan manusia. Memasuki ruang-ruang sempit dalam perasaan, sebagian ada yang menetap lama, sebagian pergi secara suka rela.

Syukuri semua perih yang terasa. Akan ada hikmah di balik duka dan kecewa. Hati yang patah akan tumbuh kembali, harapan yang musnah akan terbangun lagi. Selama hati mampu untuk jatuh cinta kembali setelah patah hati, semua akan berjalan seperti sedia kala di kemudian hari.

Jatuh cinta adalah patah hati terencana. Maka kecewa adalah lintasan terjal yang harus kau lewati. Hujan air mata akan berguyur membasahi pipimu. Nikmati sedihmu, karena sesungguhnya yang lebih menyakitkan dari patah hati adalah bertahan dengan sesak tanpa mau beranjak.

Rahmad Arisandi | 12/02/2018

Comments

Popular posts from this blog

Daily Journal || Bagian Dari Dalam Diri

Sebuah hobi datang berawal dari ketertarikan kita pada sebuah hal. Lalu mencobanya, ada kenyamanan dan kepuasaan hati tersendiri ketika kita melakukan hal itu. kataku hobi itu adalah bagian lain dari diri seseorang yang datang agak terlambat. Seperti layaknya tangan yang berfungsi untuk menggenggam sesuatu. Hobi berfungsi sebagai penetralisir rasa lelah dan jenuh akan rutinitas yang kita jalankan. Ada banyak sekali kategori hobi. Musik misalnya. Musik adalah hal yang hampir semua orang menyukainya. Mendengarkan musik merupakan hobi yang menyenangkan, bagiku sih. Entah iya entah tidak. Namun, ada beberapa orang yang tidak suka mendengarkan musik. Setiap orang berhak akan hobinya. Tapi hobi juga punya batasan. Hobi tidak harus setiap waktu di lakukan, seakan kamu tidak punya kegiatan lain untuk menjalani hidupmu. Memang sih menjalani hobi itu menyenangkan. Tapi, setidaknya buatlah jadwalmu, atur waktumu. Seimbangkan antara membagi waktu untuk hobimu dengan waktumu untuk keluarga, t...

Daily Journal || Yogyakarta

Desingan kereta mulai mengecil, tatkala kupandangi gerimis dari jendala kereta yang mulai memeluk kota. Kota ini. Saat langkahku tepat di depan stasiun, secara sekilas mungkin ini tampak seperti kota-kota pada umumnnya. Namun, setelah melangkah lebih jauh ke jalan malioboro, ku pandangi lamat-lamat kembali kota ini. Beberapa remaja dan mahasiswa yang sedang berpacaran. Walau hanya duduk dan memandangi kota, di temani secangkir kopi dan secarik senja. Aku rasa itu sudah sangat membuat mereka bahagia. Beberapa keluarga kecil, dengan buah hati mereka yang sedang imut-imutnya. Ada yang sedang belajar berjalan, ada yang sudah mulai lincah berlari kesana kemari. Ada yang baru bisa menunjuk-nunjuk dan bilang “Mamah,, paappah”. Duhh, indahnya. Ada juga sepasang orangtua yang sudah berada di usia senja. Namun masih betah berkunjung dan menikmati langit sore dan bisingnya taman yang ceria.  Ramai tapi tidak terasa sesak. Begitulah kesan pertama saat aku untuk pertama kali menyusu...

Daily Journal || Trip To Bromo

Last month, my friends and I went to bromo. Trip to bromo mountain was the first time to me. Our trip began from pare with bagong bus. Our trip took 3 hours. We arrived to landung sari terminal at eleven o’clock in the morning. Than, we went to Malang Town Square with public transportation. There, we waited Mr gun. Before we continued the trip to tumpang, we had eaten luch in foodstall around Malang Town Square. We continued the trip to tumpang with Go Car. We arrived to Tumpang at three o’clock afternoon. During at Tumpang, we stayed in Miss lia’s house. After arrived in Miss Lia’s house, we took a rest and took a bath. The Water is cold because here the highland. After we prepared for trip to bromo, At eight o’clock night we must slept because at midnight we would by picked up by Jeep to bromo. That night, my friends and I felt excited. Trip to bromo mountain it took time for 3 hours. We arrived to second climbing camp at a half past four. Temperature in here around 18-15° ...