Skip to main content

Posts

Daily Journal || Harapan Dan Kekecewaan

Ini dunia yang berbeda dari yang dulu pernah aku rasakan. Dulu, saat aku masih kecil, yang aku rasakan begitu indah sekali. Kasih sayang ibu, perhatian bapak, bermain dengan teman-teman. Adalah hal yang sangat membahagiakan. Rasa sakit hanya karena lutut atau tangan terluka. Dulu tidak ada patah hati, tidak ada rasa kecewa karena ingar-bingar kehidupan. Tidak ada rasa sakit yang berkepanjangan, tidak ada rasa sedih yang berlebihan. Dulu ketika berkelahi dengan teman, hanya 2-3 hari, setelah itu berdamai kembali. Dulu, beban paling berat hanya PR Matematika. Aduh-aduh, sayang di sayang. Oke-oke aku akan berfikir realistis sekarang. Tadi hanya sedikit bernostalgia. Mari kepembicaraan yang lebih serius. Iya serius. Nyatanya sekarang, semakin aku dewasa, semakin mengerti memaknai sedikit-demi sedikit alur kehidupan. Rasanya semakin sulit sekali untuk melewatinya, rasanya kaki semakin susah untuk di langkahkan. Terlalu banyak pilihan, dan keinginan. Yang berujung, ketika apa yang ...

Dialy Journal || Kaki Langit

Tidak banyak yang ingin kukatakan, yang terpenting dari setiap hal yang kamu temui. Belajar lebih giat dan tetap berpegang teguh pada prinsipmu. Aku tidak akan menulis banyak, mataku benar-benar sudah tidak tahan lagi. Ngantuk berat. Jadi, aku hanya menullis puisi ini, semoga kalian suka. Kaki langit Pada indahnya senja, kutitip rindu untukmu di sudut cakrawala Aku ingin tumbuh bersamamu, menumbuh kembangkan diriku Menjadikan seluruh diriku sebagai bagian dari pelindungmu Kudekap ragamu, ku peluk erat perasaan itu Destinasi masalalu telah ku tutup dengan kata merelakan Ku harap kau tidak perlu bertanya terlalu mendalam Kau hanya perlu percaya. Aku, akan selalu ada untumu Sejak saat ini, esok hari, hingga sepanjang usia kita Meski kelak jarak, Tak lagi mendeskripsikan kebahagian kita Namun ketehuilah kasih Dari sini doaku selalu mengikuti langkahmu Jika kelak ada bintang yang dapat bersinar lebih terang Ketahuilah, bahwa kau akan tetap sela...

Daily Journal || Prihal Merelakan

Dan entah apa. Kini ada sekelumit rasa yang kembali muncul di hati. Perasaan yang dulu pernah hampir sebesar duniaku. Dia yang pernah aku anggap sebagai semesta, kini tidak lebih dari orang lain yang terlihat sangat asing. Wajahnya tidak lagi mampu membuat getaran konstan di jantung menjadi lebih kencang. Senyumnya tidak lagi mampu membuat kaki terasa susah berdiri. Yang ada sekarang semua rasa itu telah bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang indah. Sekali ku lihat, aku akan langsung tersenyum dalam sebaris keikhlasan. Merelakan tidak perlu terlalu serius, nanti pusing. Apa lagi kamu memerlukan 5 tahap untuk benar-benar bisa melepaskan perasaan. Iya 5 tahap. Belum pernah dengarkah 5 tahap kehilangan? Mungkin sekali-sekali kau perlu lebih memanfaatkanlah gatgetmu untuk mencari informasi. Iy, benar. Merelakan tidak usah di fikirkan terlalu mendalam. Pada akhirnya, kau malah akan semakin susah melepaskan perasaan. Perasaan biarlah mengalir seperti air. Biarlah terhempas seperti udara...

Daily Journal || Angin, Air, Bumi, Api

Sampai disini. Ada banyak sekali suka dan duka yang telah ku lewati. Sudah banyak sekali rasa yang melanda hati. yang pergi, yang sekadar hadir untuk sementara menemani. Kadang bingung, kadang kecewa, kadang kehilangan arah. Ragu, adalah hal yang paling sering aku rasakan. Luka. Sesekali luka datang untuk membuat perasaan lebam lebih dalam. Hidup di jalan yang penuh rintangan seperti ini memang sangat berbahaya. Tidak ada cara instan untuk menuju kepada ketujuan sebenarnya. Aku haru melewati berbagai pristiwa, juga berbagai rasa. Jalanpun tak selalu semulus. Kadang bahkan harus melewati berbagai jalanan yang memiliki tingkat bahaya level “A”. Ini hidup. Di miliki oleh orang-orang yang mempunya tujuan dan rencana. Silahkan mundur jika tidak kuat. Tapi, jangan pernah menyesal jika kelak kau tak akan menjadi apa-apa. jangan pernah menyesal kalau hidupmu tidak ada kesan-kesannya. Datar, tidak berbobot, dan layu. Orang-orang yang tidak kuat untuk menggapai impian. Orang-orang yang bet...

Daily Journal || Evolusi Hidup

Manusia. Makhluk paling sempurna di antara makhluk ciptaanNya. Di beri akal untuk berpikir, di beri nafsu untuk bercita-cita. Selama ada tekad yang kuat, semua yang di anggap mustahil, bisa menjadi sangat mungkin. Beberapa orang berambisi secara berlebihan. Tidak mengandalkan logika dengan baik. Yang ada di dalamnya hanya nafsu dan keinginan serakah. Alhasil, apa yang di cita-citakan menjadi hal yang membunuh matikan perasaanya. Tidak lagi punya hati, tidak lagi berpikir realistis. Yang ada di dalam pikirannya hanya : asal itu bisa di didapatkan, hal apapun akan di korbankan. Termasuk harga diri. Sungguh malang orang-orang seperti ini. Tidak ada lagi rasa welas-asih di hatinya. Benar-benar, ambisi telah memusnahkan segala kebaikan dari dalam dirinya. Semua berubah derastis, ada kegelapan yang menyelimutinya. Ada keangkuhan dalam dadanya. Apa yang di citaa-citakan berujung sia-sia. Tidak lagi mampu memaknai arti berjuang. Tidak lagi mampu mengerti arti  tujuan. Orang-orang sep...

Daily Journal || Bagian Dari Dalam Diri

Sebuah hobi datang berawal dari ketertarikan kita pada sebuah hal. Lalu mencobanya, ada kenyamanan dan kepuasaan hati tersendiri ketika kita melakukan hal itu. kataku hobi itu adalah bagian lain dari diri seseorang yang datang agak terlambat. Seperti layaknya tangan yang berfungsi untuk menggenggam sesuatu. Hobi berfungsi sebagai penetralisir rasa lelah dan jenuh akan rutinitas yang kita jalankan. Ada banyak sekali kategori hobi. Musik misalnya. Musik adalah hal yang hampir semua orang menyukainya. Mendengarkan musik merupakan hobi yang menyenangkan, bagiku sih. Entah iya entah tidak. Namun, ada beberapa orang yang tidak suka mendengarkan musik. Setiap orang berhak akan hobinya. Tapi hobi juga punya batasan. Hobi tidak harus setiap waktu di lakukan, seakan kamu tidak punya kegiatan lain untuk menjalani hidupmu. Memang sih menjalani hobi itu menyenangkan. Tapi, setidaknya buatlah jadwalmu, atur waktumu. Seimbangkan antara membagi waktu untuk hobimu dengan waktumu untuk keluarga, t...

Engkaulah Pusat Semestaku

Ada banyak hal di dunia ini yang sengaja ataupun tidak sengaja membawa manusia pada titik-titik tertentu. Seperti aku kini, disini, yang memilikimu dalam satu titik kenyamanan yang tak terkalahkan. Tak terkalahkan oleh jarak dan waktu, tak terkalahkan oleh perbedaan, tak terkalahkan oleh rindu. Puluhan kilometer kan ku tempuh, jarak bukanlah masalah, asalkan kita berdua tetap pada satu titik kepercayaan. Bahwa cinta yang kita jalani akan menuntun kita pada titik pertemuan. Bahwa kita akan bersama dan tak akan terpisah suatu hari nanti. Kau adalah pusat semestaku. Telah ku beri semua impianku untukmu. Melangkah beriringan denganmu adalah hal indah terbesarku. Maka, izinkanlah aku untuk tetap utuh dalam dadamu. Karena telah ku ukur namamu di palung hati terdalam. Ceritakanlah keluh kesahmu, maka akan aku siapkan telingaku dengan senang hati. Bersandarlah di pundakku tatkala kau lelah oleh ingar-bingar dunia. Tetaplah dalam dekapku di kala kau kehilangan arah dan resah, kau akan di ...