Skip to main content

Engkaulah Pusat Semestaku

Ada banyak hal di dunia ini yang sengaja ataupun tidak sengaja membawa manusia pada titik-titik tertentu. Seperti aku kini, disini, yang memilikimu dalam satu titik kenyamanan yang tak terkalahkan. Tak terkalahkan oleh jarak dan waktu, tak terkalahkan oleh perbedaan, tak terkalahkan oleh rindu. Puluhan kilometer kan ku tempuh, jarak bukanlah masalah, asalkan kita berdua tetap pada satu titik kepercayaan. Bahwa cinta yang kita jalani akan menuntun kita pada titik pertemuan. Bahwa kita akan bersama dan tak akan terpisah suatu hari nanti.

Kau adalah pusat semestaku. Telah ku beri semua impianku untukmu. Melangkah beriringan denganmu adalah hal indah terbesarku. Maka, izinkanlah aku untuk tetap utuh dalam dadamu. Karena telah ku ukur namamu di palung hati terdalam. Ceritakanlah keluh kesahmu, maka akan aku siapkan telingaku dengan senang hati. Bersandarlah di pundakku tatkala kau lelah oleh ingar-bingar dunia. Tetaplah dalam dekapku di kala kau kehilangan arah dan resah, kau akan di sana. kenyamananmu adalah kelegaan hatiku, keamananmu adalah kehormatan untuku.

Jangan takut untuk melihat dunia lebih luas. Aku akan bersamamu untuk melihatnya. Tenangkan hatimu, percayakan perasaanmu padaku. Maka akan ku beri kado termanis berupa kehangatan dari sebuah cinta yang tak akan pernah habis. Untukmu aku ingin melangkah, denganmu aku ingin membangun impian bersama.

Mendongaklah keatas, kau lihat langit itu. kita masih dalam satu atap yang sama. Meski malamku adalah siangmu, meski gelapku adalah terangmu. Kita masih dalam satu bumi yang sama. Hanya saja kesempatan tidak selalu menuntutku untuk datang mendekapmu. Untuk sekarang, akan banyak sekali hari-hari berat yang akan kita jalani. Aku yakin kamu kuat dan tabah. Aku yakin kau pasti bisa melewati hari-hari itu. Percayalah sayang, aku akan menjaga apa yang sudah kita jalani selama ini.


Kejarlah impianmu, kejarlah apa yang ingin kau tuju. Aku mendoakan dan selalu mendukung apapun yang hendak kau ingini. Sayang, menangislah tatkala rindu membuatmu lelah. Karena dengan menangis aku yakin kau akan lebih lega dan lebih damai dengan perasaan lelahmu. Ku katakan sekali lagi. Kau adalah pusat semestaku, telah ku beri impian-impianku untukmu. Maka jika jarak adalah konsekuensinya. Maka aku akan menerima konsekuensi itu tatakala yang berhubungan untuk membahagianmu kelak.


-Cakrawala

Comments

Popular posts from this blog

Daily Journal || Bagian Dari Dalam Diri

Sebuah hobi datang berawal dari ketertarikan kita pada sebuah hal. Lalu mencobanya, ada kenyamanan dan kepuasaan hati tersendiri ketika kita melakukan hal itu. kataku hobi itu adalah bagian lain dari diri seseorang yang datang agak terlambat. Seperti layaknya tangan yang berfungsi untuk menggenggam sesuatu. Hobi berfungsi sebagai penetralisir rasa lelah dan jenuh akan rutinitas yang kita jalankan. Ada banyak sekali kategori hobi. Musik misalnya. Musik adalah hal yang hampir semua orang menyukainya. Mendengarkan musik merupakan hobi yang menyenangkan, bagiku sih. Entah iya entah tidak. Namun, ada beberapa orang yang tidak suka mendengarkan musik. Setiap orang berhak akan hobinya. Tapi hobi juga punya batasan. Hobi tidak harus setiap waktu di lakukan, seakan kamu tidak punya kegiatan lain untuk menjalani hidupmu. Memang sih menjalani hobi itu menyenangkan. Tapi, setidaknya buatlah jadwalmu, atur waktumu. Seimbangkan antara membagi waktu untuk hobimu dengan waktumu untuk keluarga, t...

Daily Journal || Yogyakarta

Desingan kereta mulai mengecil, tatkala kupandangi gerimis dari jendala kereta yang mulai memeluk kota. Kota ini. Saat langkahku tepat di depan stasiun, secara sekilas mungkin ini tampak seperti kota-kota pada umumnnya. Namun, setelah melangkah lebih jauh ke jalan malioboro, ku pandangi lamat-lamat kembali kota ini. Beberapa remaja dan mahasiswa yang sedang berpacaran. Walau hanya duduk dan memandangi kota, di temani secangkir kopi dan secarik senja. Aku rasa itu sudah sangat membuat mereka bahagia. Beberapa keluarga kecil, dengan buah hati mereka yang sedang imut-imutnya. Ada yang sedang belajar berjalan, ada yang sudah mulai lincah berlari kesana kemari. Ada yang baru bisa menunjuk-nunjuk dan bilang “Mamah,, paappah”. Duhh, indahnya. Ada juga sepasang orangtua yang sudah berada di usia senja. Namun masih betah berkunjung dan menikmati langit sore dan bisingnya taman yang ceria.  Ramai tapi tidak terasa sesak. Begitulah kesan pertama saat aku untuk pertama kali menyusu...

Daily Journal || Trip To Bromo

Last month, my friends and I went to bromo. Trip to bromo mountain was the first time to me. Our trip began from pare with bagong bus. Our trip took 3 hours. We arrived to landung sari terminal at eleven o’clock in the morning. Than, we went to Malang Town Square with public transportation. There, we waited Mr gun. Before we continued the trip to tumpang, we had eaten luch in foodstall around Malang Town Square. We continued the trip to tumpang with Go Car. We arrived to Tumpang at three o’clock afternoon. During at Tumpang, we stayed in Miss lia’s house. After arrived in Miss Lia’s house, we took a rest and took a bath. The Water is cold because here the highland. After we prepared for trip to bromo, At eight o’clock night we must slept because at midnight we would by picked up by Jeep to bromo. That night, my friends and I felt excited. Trip to bromo mountain it took time for 3 hours. We arrived to second climbing camp at a half past four. Temperature in here around 18-15° ...