Skip to main content

Daily Journal || Angin, Air, Bumi, Api

Sampai disini. Ada banyak sekali suka dan duka yang telah ku lewati. Sudah banyak sekali rasa yang melanda hati. yang pergi, yang sekadar hadir untuk sementara menemani. Kadang bingung, kadang kecewa, kadang kehilangan arah. Ragu, adalah hal yang paling sering aku rasakan. Luka. Sesekali luka datang untuk membuat perasaan lebam lebih dalam. Hidup di jalan yang penuh rintangan seperti ini memang sangat berbahaya. Tidak ada cara instan untuk menuju kepada ketujuan sebenarnya. Aku haru melewati berbagai pristiwa, juga berbagai rasa. Jalanpun tak selalu semulus. Kadang bahkan harus melewati berbagai jalanan yang memiliki tingkat bahaya level “A”.

Ini hidup. Di miliki oleh orang-orang yang mempunya tujuan dan rencana. Silahkan mundur jika tidak kuat. Tapi, jangan pernah menyesal jika kelak kau tak akan menjadi apa-apa. jangan pernah menyesal kalau hidupmu tidak ada kesan-kesannya. Datar, tidak berbobot, dan layu. Orang-orang yang tidak kuat untuk menggapai impian. Orang-orang yang betah berada di bawah, adalah orang-orang pengecut. Hanya akan menjadi sampah. tidak tau cara memberi apresiasi dengan baik kepada mereka orang-orang yang berhasil. Mereka hanya berkutat pada nasib. Benar-benar hidup seperti itu tidak ada keren-kerennya. Hampir seluruh hidupnya di penuhi dengan rasa takut dan malas-malasan.

Hidup ini singkat. Manfaatkanlah apa yang alam semsesta berikan kepadamu. Tunjukan bahwa kau bukan hanya sekadar numpang hidup di dunia ini. Kau harus berkembang untuk membuat dunia lebih berwarna. Jadikan dirimu berbeda dengan manusia-manusia lain. Itu hidupmu kan? Tunjukan kalau kau juga memiliki prinsip untuk menjalani hidup ini. Berbeda itu tidak akan membuat dirimu kehilangan banyak teman. Justru, dengan perbedaan itu, kalian bisa saling berbagi ilmu dan pendapat. Jadikan perbedaan sebagai jembatan antara kau dan teman-temanmu. Peluk erat persahabatan kalian. Jagalah meski harus melanggar peraturan.

Hadapilah ingar-bingar dunia dengan berbagai macam multi talenta juga dengan penuh rasa sabar. Jangan lengah, tetap jaga perasaan hatimu. Jangan beri celah untuk dingki juga benci mendekam di hati. Karena dapat membuat dirimu menjadi pribadi yang sangat tidak baik. Hadapilah hidup ini dengan ras sabar. Seberat apapun, sesakit apapun, tetaplah untuk sabar dan sabar. Sabar adalah jalan awal untuk menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah.

Jalani semua dengan penuh kasih sayang. Temukan orang-orang tersayang. Temukan sahabat-sahabat terbaik. Biarlah beberapa orang yang hadir sebatas melukai jadikan sebagai pelajaran berharga. Jadilah tegar seperti angin, abarlah seperti air, tangguhlah seperti bumi, semangatlah seperti api.


-Cakrawala

Comments

Popular posts from this blog

Daily Journal || Bagian Dari Dalam Diri

Sebuah hobi datang berawal dari ketertarikan kita pada sebuah hal. Lalu mencobanya, ada kenyamanan dan kepuasaan hati tersendiri ketika kita melakukan hal itu. kataku hobi itu adalah bagian lain dari diri seseorang yang datang agak terlambat. Seperti layaknya tangan yang berfungsi untuk menggenggam sesuatu. Hobi berfungsi sebagai penetralisir rasa lelah dan jenuh akan rutinitas yang kita jalankan. Ada banyak sekali kategori hobi. Musik misalnya. Musik adalah hal yang hampir semua orang menyukainya. Mendengarkan musik merupakan hobi yang menyenangkan, bagiku sih. Entah iya entah tidak. Namun, ada beberapa orang yang tidak suka mendengarkan musik. Setiap orang berhak akan hobinya. Tapi hobi juga punya batasan. Hobi tidak harus setiap waktu di lakukan, seakan kamu tidak punya kegiatan lain untuk menjalani hidupmu. Memang sih menjalani hobi itu menyenangkan. Tapi, setidaknya buatlah jadwalmu, atur waktumu. Seimbangkan antara membagi waktu untuk hobimu dengan waktumu untuk keluarga, t...

Daily Journal || Yogyakarta

Desingan kereta mulai mengecil, tatkala kupandangi gerimis dari jendala kereta yang mulai memeluk kota. Kota ini. Saat langkahku tepat di depan stasiun, secara sekilas mungkin ini tampak seperti kota-kota pada umumnnya. Namun, setelah melangkah lebih jauh ke jalan malioboro, ku pandangi lamat-lamat kembali kota ini. Beberapa remaja dan mahasiswa yang sedang berpacaran. Walau hanya duduk dan memandangi kota, di temani secangkir kopi dan secarik senja. Aku rasa itu sudah sangat membuat mereka bahagia. Beberapa keluarga kecil, dengan buah hati mereka yang sedang imut-imutnya. Ada yang sedang belajar berjalan, ada yang sudah mulai lincah berlari kesana kemari. Ada yang baru bisa menunjuk-nunjuk dan bilang “Mamah,, paappah”. Duhh, indahnya. Ada juga sepasang orangtua yang sudah berada di usia senja. Namun masih betah berkunjung dan menikmati langit sore dan bisingnya taman yang ceria.  Ramai tapi tidak terasa sesak. Begitulah kesan pertama saat aku untuk pertama kali menyusu...

Daily Journal || Trip To Bromo

Last month, my friends and I went to bromo. Trip to bromo mountain was the first time to me. Our trip began from pare with bagong bus. Our trip took 3 hours. We arrived to landung sari terminal at eleven o’clock in the morning. Than, we went to Malang Town Square with public transportation. There, we waited Mr gun. Before we continued the trip to tumpang, we had eaten luch in foodstall around Malang Town Square. We continued the trip to tumpang with Go Car. We arrived to Tumpang at three o’clock afternoon. During at Tumpang, we stayed in Miss lia’s house. After arrived in Miss Lia’s house, we took a rest and took a bath. The Water is cold because here the highland. After we prepared for trip to bromo, At eight o’clock night we must slept because at midnight we would by picked up by Jeep to bromo. That night, my friends and I felt excited. Trip to bromo mountain it took time for 3 hours. We arrived to second climbing camp at a half past four. Temperature in here around 18-15° ...