Skip to main content

Posts

Daily Journal || Yogyakarta

Desingan kereta mulai mengecil, tatkala kupandangi gerimis dari jendala kereta yang mulai memeluk kota. Kota ini. Saat langkahku tepat di depan stasiun, secara sekilas mungkin ini tampak seperti kota-kota pada umumnnya. Namun, setelah melangkah lebih jauh ke jalan malioboro, ku pandangi lamat-lamat kembali kota ini. Beberapa remaja dan mahasiswa yang sedang berpacaran. Walau hanya duduk dan memandangi kota, di temani secangkir kopi dan secarik senja. Aku rasa itu sudah sangat membuat mereka bahagia. Beberapa keluarga kecil, dengan buah hati mereka yang sedang imut-imutnya. Ada yang sedang belajar berjalan, ada yang sudah mulai lincah berlari kesana kemari. Ada yang baru bisa menunjuk-nunjuk dan bilang “Mamah,, paappah”. Duhh, indahnya. Ada juga sepasang orangtua yang sudah berada di usia senja. Namun masih betah berkunjung dan menikmati langit sore dan bisingnya taman yang ceria.  Ramai tapi tidak terasa sesak. Begitulah kesan pertama saat aku untuk pertama kali menyusu...

Daily Journal || Sang Masa Lalu

Ada bagian dari diriku yang turut hilang ketika kau sudah tak lagi berada di sisiku. Di bagian lain ada bagian dari diriku yang turut lega juga, ketika kau memilih untuk pergi. Kau, yang dulu. Dulu sekali. Orang yang paling aku utamakan. Ternyata tidak lebih dari seorang yang hanya hadir hanya untuk mengukir kenangan. Kau tercipta untuk membuatku belajar. Belajar merelakan, bahwa tidak semua yang membuat nyaman diri, bisa menetap hingga ujung hari. Manis. Kisah manis bersamamu tak akan ku lupakan. Luka? Luka yang kau beri akan tetap ku ingat sampai suatu saat nanti. Bukan tak ingin merelakanmu, tapi justru aku sudah belajar menjadi dewasa. Dewasa dalam menyikapi setiap kejadian demi kejadian yang terus hadir di hidupku. Sesakit apapun, akan ku terima dengan lapang dada. Kenangan indah. Biarlah itu menjadi bumbu penyedap untuk menyeimbanngkan rasa sakit. Aku juga tidak akan berlarut dalam rasa bahagia. Aku akan siap siaga jika tiba-tiba hal buruk menimpa. Terimakasih. Akhir tahun ini...

Daily Journal || Singgah

Singgah Banyak hal di dunia ini yang datang hanya untuk singgah. Ada yang datang hanya untuk menebar resah. Ada yang datang untuk melukis luka. Ada yang datang menuliskan bahagia. Dan ada yang datang hanya sebatas sapa. Singgah. Ada banyak hal di dunia ini yang tidak kita ketahui. Bahkan rasa yang hati sendiri rasakan saja terkadang bisa kita salah artikan. Singgah ada untuk menjadi pembatas antara menetap dan menitip. Dua kata yang memiliki arti yang sangat berbeda. Sangat jauh berbeda. Jika menitip hanyalah hal sederhana yang bersifat sementara, lain halnya dengan menetap. Menetap adalah prihal berkomitmen. Berkomitmen untuk menetap. Tentu sebuah komitmen butuh alasan. Nah, sinilah cinta berperan penting Cinta menjadi alasan orang untuk menetap. Bukan hanya sekadar menitip, lalu jika sudah bosan bisa pergi kapan saja. Ini tentang cinta yang sesunggunya. Tentang cinta yang akan menetap dengan jangka waktu yang lama. Dan karena cinta, sebuah komitmen tercipta. Dan lahirlah be...

Daily Journal || Rasa Sakit

Kenangan Waktu yang terus berjalan, semua hal yang akan menjadi kenangan setiap detiknya. Otak manusia akan menyimpan kenangan itu tanpa di minta. Mungkin kalau bisa request , setiap orang tidak mau menyimpan kenangan yang menyakitkan itu. Tapi itu tidak akan bisa, sebab sistem kerja otak itu sudah diatur oleh sang pencipta, manusia tidak akan bisa merubah system itu. Siapapun pasti akan merasakan apa yang di sebut hal manyakitkan itu. Karena ini masuk kedalam konsep keseimbangan yang berlaku di dunia ini. Seperti halnya siang dan malam, langit dan bumi, api dan air, dan masih banyak lagi. Di samping itu,  Menurutku Tuhan sengaja turunkan rasa sakit pada manusia agar bisa belajar untuk memperbaiki diri, lagi dan lagi. Kenapa melalui rasa sakit? Sebab manusia itu punya sifat yang menyebalkan. Maunya menang sendiri. Udah dapat yang di inginkan, masih saja ingin mendapatkan hal-hal lain yang di inginkan. “Ngelunjak” kalau dalam bahasa gampangnya. Nah itulah kenapa Tuhan mengir...

Daily Journal || Bingung

Bingung adalah perkara sulit. Mempertimbangkan berbagai pilihan untuk memilih satu pilihan. Kadang, beberapa orang menentukan pilihan secara tergesa-gesa. Tidak mempertimbangkan secara matang apa resiko dari pilihan itu. Penyesalan akan datang di belakang. Resiko juga akan di tanggung di belakang. Tapi pilihan tidak akan pernah bisa kau hindarkan. Setiap fase di dalam hidup, pasti kita akan di hadapkan dengan berbagai pilihan. Sekali lagi. Bingung dalam menentukan pilihan adalah faktor utama kita terjerumus sendiri dengan pilihan kita. Optimis saja dengan pilihanmu. Jangan ragu-ragu dalam memilih. Pertimbangan itu memang penting, namun jangan terlalu membuat suasana hati genting. Asal kau yakin dan percaya dan memegang teguh pilihanmu. Aku yakin kau tidak akan menyesal. . Penyesalan adalah bentuk lain dari keterburuan. Jangan terburu-burulah. Santai saja. Namun juga serius. Jangan sia-siakan waktu, itu kuncinya. Optimis dan yakin itu jalan keluarnya. . . udah yaa, semoga membantu...

Daily Journal || Ini Rindu

-Ini Rindu Kau tau, rindu itu keras kepala. Padahal aku sudah berusaha untuk membuat dia tidak datang. Namun aku tidak mampu untuk mencegahnya untuk tidak datang. Dan celakanya, aku tidak bisa membuatnya pergi. Jujur, aku sedikit kesal. Kau tau kenapa? Sebab rindu selalu saja memecah setiap konsentrasiku. Aku selalu di ganggu dengan keberadaannya yang suka datang sesukanya. Tapi aku senang sih, sebab dari rindu aku belajar untuk menjadi manusia yang berkomitmen. Oke, kita anggap ini adil ya. Ada lagi. Rindu itu, aduh... Kenapa sih setiap waktu selalu bertambah, kan aku jadi agak sedikit berat membawanya. Eh iya, pernah denger nggak kalau rindu itu bisa menjadi penyebab utama terjadinya masalah. Kau tau hubungan jarak jauh atau alias LDR? Mereka yang sedang LDR’an akan susah sekali menjalani hubungan jika tidak bisa saling berkomitmen. Kau tau kenapa? Ya sebab, jika komitmen mereka tidak kuat, maka akan terjadi selisih paham yang sangat hebat nantinya. Kita buat skenarionya gi...

Daily Journal || Bertahan atau Pulang (Ketika Hati Nurani di Uji)

Setelah ini mau kemana? Kuliah atau kerja? Kuliah saja. Kerja saja dulu. Cari pengalaman saja dulu. Merantau saja. Kuliah saja, kan udah di terima. Pertanyaan dan pernyaatan macam itu pernah berseliweran di telingaku, bahkan hingga sekarang. Itulah akhirnya yang membuat aku jadi penuh keraguan. Iyaa hingga kini juga masih. Aku juga manusia, telingaku Alhamdulillah masih dapat mendengar dengan baik. Bagaimana aku mau mengabaikan pertanyaan atau pernyataan orang lain, jika pertanyaan it uterus-terusan di senandungkan. Sumpah, rasanya terus di kelilingi dengan hal macam itu tidak enak sama sekali. Aku bingung harus bersikap sepeti apa, aku bahkan tidak bisa menjadi diriku sendiri. Aku seperti kehilangan kendali atas pikiranku. Pikiranku membawaku pada dimensi-dimensi yang tidak aku sukai. Sangat tidak aku sukai. Beberapa waktu lalu, aku sempat tenang sebentar. Namun, semakin kesini, aku menemukan lagi titik keraguan. Apa  yang sebanarnya aku inginkan? Benarkah ini Cuma ambis...