Bahkan belum bisa untuk di logikakan didalam hatiku masih ada ruang tiga dimensi, waktuku banyak yang hilang, hanya di pakai untuk mamain pertidak samaan, memang cintaku tak sebulat lingkaran dan tak serapi bentuk bilangan, sehingga tak ada peluang untuk mengakar konstanta iman, atau bahkan tak setinggi bentuk pangkat apalagi sampai puncak fungsi kuadrat, cintaku kan ku program liner sampai akhir hayat, aku berjanji akanku garis singgungkan di jiwaku kan ku transformasikan di setiap deret nadiku, kanku komposisikan disetiap akar akar ragaku, kusadari jalanku kadang rumit, laksana fungsi limit.
Penuh liku dan kotor tak selurus garis vektor, penuh onak duri sebagai mana trigonometri, naman kuyakini dirimu kan mensubtitusi cintamu di sumbu simetri hatiku
Sebuah hobi datang berawal dari ketertarikan kita pada sebuah hal. Lalu mencobanya, ada kenyamanan dan kepuasaan hati tersendiri ketika kita melakukan hal itu. kataku hobi itu adalah bagian lain dari diri seseorang yang datang agak terlambat. Seperti layaknya tangan yang berfungsi untuk menggenggam sesuatu. Hobi berfungsi sebagai penetralisir rasa lelah dan jenuh akan rutinitas yang kita jalankan. Ada banyak sekali kategori hobi. Musik misalnya. Musik adalah hal yang hampir semua orang menyukainya. Mendengarkan musik merupakan hobi yang menyenangkan, bagiku sih. Entah iya entah tidak. Namun, ada beberapa orang yang tidak suka mendengarkan musik. Setiap orang berhak akan hobinya. Tapi hobi juga punya batasan. Hobi tidak harus setiap waktu di lakukan, seakan kamu tidak punya kegiatan lain untuk menjalani hidupmu. Memang sih menjalani hobi itu menyenangkan. Tapi, setidaknya buatlah jadwalmu, atur waktumu. Seimbangkan antara membagi waktu untuk hobimu dengan waktumu untuk keluarga, t...
Comments
Post a Comment