Skip to main content

Penerbit abal-abal

Assalamualaikum ;).
Selamat pagi, salam literasi. Selamat datang di blog pribadi saya teman-teman. Maaf ya, berantakan. Mimin gak sempet ngurus blog ini, sibuk(hihihi 😂😂). Bahkan blog ini sempat terbengkalai hampir 1 tahun. Tapi, berkat kesadaran Pribadi, akhirnya pada akhir tahun 2016, saya coba meramaikan blog ini lagi, mengisinya dengan curhatan-curhatan pribadi. Tentang apa saja. Meski masih kurang intens.

Aduh, ehh,, kok malah curhat sih. Buruan mulai...

Ehm. Eh, Sorry-sorry. Mimin sengaja😂😂.....(😡😡)
................

Nah,,, seperti judul diatas. Kali ini saya akan membagikan sebuah tulisan yang membahas tentang "Penerbit abal-abal". Pernah dengar nama itu?🤔
Yuppss...benar sekali. nama itu di sematkan, untuk suatu penerbit Yang,, emmm...enaknya di sebut apaan yaa?
Emmm kita sebut aja mereka "Penerbit asal-asalan" atau "penerbit bermutu rendah" atau "penerbit siluman".

Untuk itu, saya akan bagikan tips agar tidak tertipu dengan penerbit abal-abal.

1. Cek sosial media
Biasanya mereka itu berkeliaran di sosial media yang mudah di akses orang-orang. Seperti "facebook". Mereka gak akan berani bermain melalui Instagram, atau twitter. Karena, disitu akan nampak dari jumlah follower mereka.
Kan zaman sekarang follower bahkan like bisa di beli min?? Nah,, kita teliti dari komentar komentarnya. Apakah banyak atau sedikit? berkualitas atau tidak?. Tapi kadang komentar juga tidak bisa mengindikasikan penerbit itu ada atau cuma abal-abal. hal yang perlu di garis bawahi, adalah hati-hati. Jangan mentang-mentang event yang di adakan itu gratis, langsung membuat kita tidak berfikir panjang. Nanti kalau sudah ketahuan siapa yang di rugikan? Kalian kan?

2. Tanya Mbah Google
Zaman sudah canggih banget nih. Jangan lupakan si Mbah dong kalo mau cari yang trusted. Informasi apa pun bisa kita dapatkan di sana. Mulai dari yang hoax, komentar soal penulis, sampai yang lainnya. Ketikkan kata kunci nama penerbit tersebut di Mbah Google.

Penerbit serius, pasti bakal bikin web juga. Minimal blog gratisanlah. Masa' iya gak punya blog buat posting foto buku terbit, pemesanan, sampai info-info penting lainnya?

3. Cek Perpusnas
Nomor satu dan dua sudah? Lanjut ke perpusnas. Di sana ada web isbn.perpusnas.go.id yang bisa kita tanyain penerbit apa saja yang sudah validasi, bermasalah, sampai yang lainnya.

Kontak Perpusnas

Kurang yakin? Bisa telpon langsung ke perpusnas (ada nomor tertera yang bisa dihubungi di bawah sendiri) untuk menanyakan hal lebih lanjut. Ingat ya, jangan langsung menanyakan hal ini pada penerbit yang bersangkutan.

"Penerbitmu abal-abal, ya?"

Kan jadi malu kalo ternyata sudah terdaftar di perpusnas dengan nama penerbit induk.

Cara Cek di web Perpusnas.
Cara ngeceknya gimana? Ada kolom sebelah kanan, ketikkan nama penerbit / no ISBN / nama penulis / judul (puluh salah satu) dan sesuaikan dengan pilihan yang ada di kanannya. Nanti akan muncul hasil dari pencarian.

Perpusnas sekarang juga lebih ketat lagi, beberapa penerbit diblokir, tidak bisa mendaftatkan judul buku baru. Alasannya sih banyak, salah satunya karena belum mengirimkan buku terbit ke perpusnas.

4. Tanya Teman
Setelah kepoin nomor satu sampai tiga, langkah selanjutnya adalah tanya pada teman yang sudah menerbitkan buku pada penerbit tersebut. Apa saja yang ditanyakan? Ya terserah kamu mau tanya apa saja. Misalnya soal kepercayaan, paket penerbitan, hasil cetakan, dan lain sebagainya. Kalau gak punya teman penulis, bisa tanyakan ke penulis lain yang sudah pernah menerbitkan buku di penerbit incaranmu.

Kalau tanya teman, pasti gak bakal membawa kamu pada kehancuran. Tapi ingat, laksanakan dulu nomor satu sampai tiga. Kalau teman merekomendasikan penerbit lain, cek lagi satu sampai tiga. Pinter-pinternya kamu aja buat memilih dan memilah.

5. Berdo'a
Apa pun yang terjadi di dunia ini tak bisa lepas dari campur tangan Tuhan. Bisa saja kita sudah sangat teliti, tapi tetap saja tertipu karena Tuhan memang menakdirkan hal seperti itu terjadi pada kita.

Jadi intinya, adalah... Bagi teman-teman yang ingin mengikuti suatu event ke penulisan, atau ingin menerbitkan buku di suatu penerbit. Harus berhati-hati dan teliti. Dan tentunya jangan lupa berdoa. karena doa adalah kekuatan yang paling manjur.

Terimakasih sudah mengunjungi blog saya..mimin pamit.
sering-sering main kesini ya😂😂.
Salam literasi😊.
Wassalamualaikum..

Comments

Popular posts from this blog

Daily Journal || Bagian Dari Dalam Diri

Sebuah hobi datang berawal dari ketertarikan kita pada sebuah hal. Lalu mencobanya, ada kenyamanan dan kepuasaan hati tersendiri ketika kita melakukan hal itu. kataku hobi itu adalah bagian lain dari diri seseorang yang datang agak terlambat. Seperti layaknya tangan yang berfungsi untuk menggenggam sesuatu. Hobi berfungsi sebagai penetralisir rasa lelah dan jenuh akan rutinitas yang kita jalankan. Ada banyak sekali kategori hobi. Musik misalnya. Musik adalah hal yang hampir semua orang menyukainya. Mendengarkan musik merupakan hobi yang menyenangkan, bagiku sih. Entah iya entah tidak. Namun, ada beberapa orang yang tidak suka mendengarkan musik. Setiap orang berhak akan hobinya. Tapi hobi juga punya batasan. Hobi tidak harus setiap waktu di lakukan, seakan kamu tidak punya kegiatan lain untuk menjalani hidupmu. Memang sih menjalani hobi itu menyenangkan. Tapi, setidaknya buatlah jadwalmu, atur waktumu. Seimbangkan antara membagi waktu untuk hobimu dengan waktumu untuk keluarga, t...

Daily Journal || Yogyakarta

Desingan kereta mulai mengecil, tatkala kupandangi gerimis dari jendala kereta yang mulai memeluk kota. Kota ini. Saat langkahku tepat di depan stasiun, secara sekilas mungkin ini tampak seperti kota-kota pada umumnnya. Namun, setelah melangkah lebih jauh ke jalan malioboro, ku pandangi lamat-lamat kembali kota ini. Beberapa remaja dan mahasiswa yang sedang berpacaran. Walau hanya duduk dan memandangi kota, di temani secangkir kopi dan secarik senja. Aku rasa itu sudah sangat membuat mereka bahagia. Beberapa keluarga kecil, dengan buah hati mereka yang sedang imut-imutnya. Ada yang sedang belajar berjalan, ada yang sudah mulai lincah berlari kesana kemari. Ada yang baru bisa menunjuk-nunjuk dan bilang “Mamah,, paappah”. Duhh, indahnya. Ada juga sepasang orangtua yang sudah berada di usia senja. Namun masih betah berkunjung dan menikmati langit sore dan bisingnya taman yang ceria.  Ramai tapi tidak terasa sesak. Begitulah kesan pertama saat aku untuk pertama kali menyusu...

Daily Journal || Trip To Bromo

Last month, my friends and I went to bromo. Trip to bromo mountain was the first time to me. Our trip began from pare with bagong bus. Our trip took 3 hours. We arrived to landung sari terminal at eleven o’clock in the morning. Than, we went to Malang Town Square with public transportation. There, we waited Mr gun. Before we continued the trip to tumpang, we had eaten luch in foodstall around Malang Town Square. We continued the trip to tumpang with Go Car. We arrived to Tumpang at three o’clock afternoon. During at Tumpang, we stayed in Miss lia’s house. After arrived in Miss Lia’s house, we took a rest and took a bath. The Water is cold because here the highland. After we prepared for trip to bromo, At eight o’clock night we must slept because at midnight we would by picked up by Jeep to bromo. That night, my friends and I felt excited. Trip to bromo mountain it took time for 3 hours. We arrived to second climbing camp at a half past four. Temperature in here around 18-15° ...